KOTA TUA, JAKARTA – IDP Orkestra tampil dalam acara Colors of Cultures Festival (COCF) pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Pada kesempatan ini, IDP Orkestra menghadirkan pertunjukan yang kolaboratif memadukan musik modern dengan beragam instrumen perkusi tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari perayaan keberagaman seni dan budaya Nusantara.
Di bawah arahan konduktor Ekki Soekarno, pertunjukan ini melibatkan drumer, basis, gitaris, vokalis, serta kelompok perkusi yang mewakili sejumlah daerah, seperti Banten, Bengkulu, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat. Perpaduan berbagai unsur-unsur musik tersebut menghadirkan keberagaman karakter bunyi dalam satu pertunjukan yang mengangkat kekayaan musik Indonesia.
Kolaborasi Musik Modern dan Perkusi Tradisional Nusantara
Penampilan IDP Orkestra dalam Colors of Cultures Festival 2026 dibagi menjadi empat segmen. Acara dibuka dengan segmen pertama, “Overture”, yang dimainkan secara bersama (unison) oleh seluruh pemain.
Segmen berikutnya menghadirkan “Kalimantan Membara” bersama Yuyun Arfah. Pada segmen ini, perpaduan instrumen tradisional Nusantara dan musik modern menjadi bagian utama pertunjukan. Di sela-sela penampilan, Ekki Soekarno juga menyampaikan pembahasan mengenai kondisi Kalimantan saat ini serta mengajak hadirin untuk berdoa agar permasalahan “Karhutla” segera teratasi.
Memasuki segmen ketiga, dilakukan perkenalan seluruh pemain yang diawali dengan solo drum, lalu dilanjutkan dengan solo bass, solo gitar, serta solo dari masing-masing kelompok perkusi.
Pertunjukan ditutup dengan segmen keempat, lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” dibawakan Yuyun Arfah bersama Haykaal. Seluruh pemain kembali tampil bersama, membawa pesan persatuan melalui keberagaman musik dan budaya Indonesia.
Melibatkan Perwakilan Perkusi dari Berbagai Daerah
Etty, selaku Ketua Pelaksanaan COCF, menyampaikan bahwa kolaborasi IDP Orkestra berhasil mempertemukan beragam karakter instrumen dan warna bunyi dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadirkan kekayaan musik Nusantara. Rizal, selaku Penanggung Jawab Badan Penghubung sekaligus PIC COCF, menambahkan bahwa kehadiran perkusi-perkusi daerah ini menjadi bagian penting dalam penampilan IDP Orkestra.
Tim IDP Orkestra
Penampilan IDP Orkestra melibatkan sejumlah musisi. Ekki Soekarno sebagai konduktor; Dicca, Namira, dan Haykaal pada drum 1,2 dan 3; Tata bas gitar; Gabiel dan Cheriz gitar 1 dan 2; Yuyun Arfah sebagai pelantun Syair Jiwa pada segmen “Kalimantan Membara” dan vokal lagu dari sabang sampai merauke bersama Haykaal.
IDP Orkestra kali ini berkolaborasi dengan perkusi-perkusi dari Banten dengan PIC Tirta, Perkusi dari Bengkulu dengan PIC Mancha (dari Rejang Lebong), Perkusi Kalimantan PIC Dany dan Herman (dari Jakarta), Perkusi Kalimantan Timur PIC Ismed (dari Samarinda), Perkusi Sulawesi Tenggara PIC Irsan, dan Perkusi dari Nusa Tenggara Barat PIC Maya.
Sementara itu, tim kru terdiri dari Utha sebagai sutradara lapangan (Field Director), Olla sebagai admin dan bendahara, Iwan sebagai manajer panggung (Stage Manager), Alvian dokumentasi dan admin media sosial, Sasya sebagai asisten dokumentasi dan Penulis Artikel dan Danish Cameraman. Kolaborasi dari seluruh perkusi-perkusi indonesia dan juga panitia kegiatan menjadi bagian penting dalam Colors of Cultures Festival (COCF) 2026.
Musik sebagai Ruang untuk Merayakan Keberagaman

Keikutsertaan IDP Orkestra dalam COCF diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman musik Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi musik indonesia maupun mancanegara.